Senin, 15 Februari 2016

selagi hangat LGBT


LGBT
(Lesbian Gay Biseksual Trangender)

Kita sebagai guru di Sekolah Dasar mempunyai andil untuk mengarahkan siswa-siswinya untuk mengetahui kodratnya sebagai Laki-laki dan sebagai Perempuan. Misalnya materi warna favorit, atau tentang profesi, kita harus jelaskan laki-laki cendrung ke warna/profesi apa, ketika mereka memilih pilihan yang tidak sewajarnya kita harus jelaskan atau berikan arahan kepada siswa tersebut.
Jika anak didik anda sudah mengerti sex di usia yang sangat belia, tolong jangan dibiarkan. Dekati dia,  tanya dia, tahu darimana dia hal-hal tersebut. Jangan takut untuk memanggil orang taunya ke sekolah, laporkan apa yang terjadi dengan anaknya, jika faktornya karena lingkungan keluarga, diskusikan dan cari jalan keluarnya. Jangan takut kehilangan satu murid yang dapat mencemari murid-murid yang lainnya.
Kita sebagai guru mempunyai peran untuk memberikan penjelasan kepada anak-anak didik kita tentang bagian tubuh mereka, yang terbagi menjadi 3 bagian:
  • BAGIAN TERLARANG bagian yang tidak boleh disentuh orang lain termasuk orang tua (jika sudah besar) yaitu bagian dada, kemaluan dan bokong.
  • BAGIAN MEMBINGUNGKAN yaitu bagian tangan dan kaki. Kenapa disebut bagian membingungkan karena orang tua atau saudara masih wajar untuk menyentuhnya.
  • BAGIAN BOLEH yaitu bagian telapak tangan dan kaki pijakan, bagian yang boleh disentuh seperti saat bersalaman.

Kita juga harus memberitahu apa saja yang harus mereka lakukan ketika bagian membingungkan apalagi bagian terlarang itu disentuh oleh orang lain :
  •        Mereka harus memberitahu dengan tegas kepada orang tersebut bahwa bagian tersebut tidak boleh disentuh.
  •        Berteriak minta tolong.
  •        Lari meninggalkan orang tersebut.
  •        Menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua.

Kita bisa menyampaikan penjelasan ini dengan bahasa yang ringan. Misalnya dengan cara bercerita yang menokohkan orang lain yang sedang mengalami hal tersebut. Untuk kelas tinggi kita bisa berdiskusi ringan dengan penyampaian yang bersahabat.

Dan kita sebagai orang tua dirumah yang mempunyai anak, kita harus jadi orang yang paling dekat dengan mereka. Jika anda seorang ayah, anda harus bisa jadi cinta pertama anak gadis anda, agar anak gadis anda tidak mudah jatuh cinta dengan laki-laki di luar sana. Katakan kepada dia “Anak gadis ayah yang paling cantik, kamu harus bisa menjaga kehormatanmu sebagai seorang wanita J
Jika anak anda masih kecil ajari mereka rasa malu sedari dini. Biasakan jika anak anda selesai mandi atau keluar dari kamar mandi, pakaikan handuk/ berpakaian lengkap. Jangan biarkan mereka keluar kamar mandi dalam keadaan telanjang. Tumbuhkan rasa malu, apalagi terhadap lawan jenis.
Ajari mereka apa itu aurat. Jika mereka melihat tayangan ditelevisi yang tidak layak dilihat mereka, ingatkan kepada mereka apa yang sudah anda jelaskan. Misalnya dengan sebuah pertanyaan, “Coba kaka lihat, kaka yang di TV roknya pendek sekali, boleh atau tidak yaah kalau pakai rok pendek seperti itu?” jika anda sudah memberi bekal pengetahuan bahwa itu tidak boleh maka mereka tentu akan menjawab “Tidak boleh” dan Insya Allah akan tersetting dipikiran mereka apa yang boleh dan tidak boleh. Jika anda sebagai orang tua meresa belum seutuhnya dapat menutup aurat yang baik, setidaknya ajari mereka menjadi wanita yang terhormat. Dan sebagai orang tua jangan sekali-kali anda mengenakan pakaian perempuan kepada anak laki-laki dan sebaliknya, apalagi kemudian anda mentertawakannya karena sebuah tawa bisa diartikan sebagai jawaban “yaa.. bagus” anak anda bisa saja ketagihan untuk memakainya lagi.

Jika anda sebagai seorang teman yang mempunyai teman seorang Lesbian/Gay, tanyakan kepada mereka pertanyaan yang menyudutkan. Misalnya kenapa mereka memilih jalan seperti itu? Sedangkan dalam sebuah penelitian sudah dijelaskan tidak ada Gen Gay, tidak ada yang namanya kodratnya seperti itu, semua faktor lingkungan yang akan bisa diubah jika faktor lingkungan tersebut diperbaiki. Hingga pertanyaan terakhir, “jika kamu meninggal dalam keadaan seperti itu, kira-kira apa yang ada di dalam pikiran orang tua kamu?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar