(Lesbian Gay
Biseksual Trangender)
Kita sebagai guru di Sekolah
Dasar mempunyai andil untuk mengarahkan siswa-siswinya untuk mengetahui kodratnya
sebagai Laki-laki dan sebagai Perempuan. Misalnya materi warna favorit, atau
tentang profesi, kita harus jelaskan laki-laki cendrung ke warna/profesi apa,
ketika mereka memilih pilihan yang tidak sewajarnya kita harus jelaskan atau
berikan arahan kepada siswa tersebut.
Jika
anak didik anda sudah mengerti sex di usia yang sangat belia, tolong jangan dibiarkan.
Dekati dia, tanya dia, tahu darimana dia
hal-hal tersebut. Jangan takut untuk memanggil orang taunya ke sekolah,
laporkan apa yang terjadi dengan anaknya, jika faktornya karena lingkungan
keluarga, diskusikan dan cari jalan keluarnya. Jangan takut kehilangan satu
murid yang dapat mencemari murid-murid yang lainnya.
Kita
sebagai guru mempunyai peran untuk memberikan penjelasan kepada anak-anak didik
kita tentang bagian tubuh mereka, yang terbagi menjadi 3 bagian:
- BAGIAN TERLARANG bagian yang tidak boleh disentuh orang lain termasuk orang tua (jika sudah besar) yaitu bagian dada, kemaluan dan bokong.
- BAGIAN MEMBINGUNGKAN yaitu bagian tangan dan kaki. Kenapa disebut bagian membingungkan karena orang tua atau saudara masih wajar untuk menyentuhnya.
- BAGIAN BOLEH yaitu bagian telapak tangan dan kaki pijakan, bagian yang boleh disentuh seperti saat bersalaman.
Kita
juga harus memberitahu apa saja yang harus mereka lakukan ketika bagian
membingungkan apalagi bagian terlarang itu disentuh oleh orang lain :
- Mereka harus memberitahu dengan tegas kepada orang tersebut bahwa bagian tersebut tidak boleh disentuh.
- Berteriak minta tolong.
- Lari meninggalkan orang tersebut.
- Menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua.
Kita
bisa menyampaikan penjelasan ini dengan bahasa yang ringan. Misalnya dengan
cara bercerita yang menokohkan orang lain yang sedang mengalami hal tersebut. Untuk
kelas tinggi kita bisa berdiskusi ringan dengan penyampaian yang bersahabat.
Dan kita sebagai orang tua dirumah yang mempunyai anak, kita harus jadi orang yang paling dekat dengan mereka. Jika anda seorang ayah, anda harus bisa jadi cinta pertama anak gadis anda, agar anak gadis anda tidak mudah jatuh cinta dengan laki-laki di luar sana. Katakan kepada dia “Anak gadis ayah yang paling cantik, kamu harus bisa menjaga kehormatanmu sebagai seorang wanita J”
Jika
anak anda masih kecil ajari mereka rasa malu sedari dini. Biasakan jika anak
anda selesai mandi atau keluar dari kamar mandi, pakaikan handuk/ berpakaian
lengkap. Jangan biarkan mereka keluar kamar mandi dalam keadaan telanjang. Tumbuhkan
rasa malu, apalagi terhadap lawan jenis.
Ajari
mereka apa itu aurat. Jika mereka melihat tayangan ditelevisi yang tidak layak
dilihat mereka, ingatkan kepada mereka apa yang sudah anda jelaskan. Misalnya dengan
sebuah pertanyaan, “Coba kaka lihat, kaka yang di TV roknya pendek sekali,
boleh atau tidak yaah kalau pakai rok pendek seperti itu?” jika anda sudah
memberi bekal pengetahuan bahwa itu tidak boleh maka mereka tentu akan menjawab
“Tidak boleh” dan Insya Allah akan tersetting dipikiran mereka apa yang boleh
dan tidak boleh. Jika anda sebagai orang tua meresa belum seutuhnya dapat
menutup aurat yang baik, setidaknya ajari mereka menjadi wanita yang terhormat.
Dan sebagai orang tua jangan sekali-kali anda mengenakan pakaian perempuan
kepada anak laki-laki dan sebaliknya, apalagi kemudian anda mentertawakannya
karena sebuah tawa bisa diartikan sebagai jawaban “yaa.. bagus” anak anda bisa
saja ketagihan untuk memakainya lagi.
Jika
anda sebagai seorang teman yang mempunyai teman seorang Lesbian/Gay, tanyakan
kepada mereka pertanyaan yang menyudutkan. Misalnya kenapa mereka memilih jalan
seperti itu? Sedangkan dalam sebuah penelitian sudah dijelaskan tidak ada Gen
Gay, tidak ada yang namanya kodratnya seperti itu, semua faktor lingkungan yang
akan bisa diubah jika faktor lingkungan tersebut diperbaiki. Hingga pertanyaan
terakhir, “jika kamu meninggal dalam keadaan seperti itu, kira-kira apa yang
ada di dalam pikiran orang tua kamu?”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar