
Begitu sadis, sampai dengan
logika pun sepertinya khayalan tapi semua itu nyata.
mungkin sudah biasa saat
ini, tp aku berharap kalian tidak sependapat jika itu biasa.
Kekejian itu hadir karena
perbedaan atau iri, entah.
Aku sendiripun kurang paham.
Semua berita memang sudah
sering menayangkan kekejaman israel pada palestina yang tak pernah ada habisnya
entah sampai kapan.
Aku memang termasuk orang
yang no up to date pada berita” bahkan mungkin tidak hanya berita di tv bahkan
dikeluarga sekalipun.
Selama ini aku hanya
mendengar simpang siur tentang kekejaman israel pada palestina, sesekali
melihat foto²nya yang takkan pernah mau aku lihat lagi. Begitu mengerikan dan
menyayat hati.
Dokumentasi sabra bt shatila
1982
Tentara berseragam hijau
menembak tubuh seorang anak kecil yang tangan dan kakinya diikat dengan kabel
listrik. Terakhir trentara itu memecahkan kepala anak kecil itu dengan senjata
otomatis. Kamera kemudian mangambil midle
close up dari dada hingga muka anak kecil itu, layar kaca itu sperti merah
kehitaman. Muka itu sudah tidak berbentuk sepenuhnya darah. Benar benar hancur.
Kamera lalu bergerak menyelusuri jalan. Tertulis dilayar kaca itu
adalah jalan sabra. Di jalan itu terlihat mayat² bergelimpangan dan bertumpuk².
Lalu nampak mayat seorang pria tua. Ia mengenakan baju panjang berwarna cokelat
muda dan kopiah putih. Pria itu ditembak kepalanya dan kedua matanya telah
dicungkil.
Dilayar kemudian nampak rumah- rumah yang dirobohkan, bangunan²
yang hancur, puing², wajah² yang ketakutan, dan seorang perempuan muda yang
membawa bayi dengan wajah putus asa. Dua orang tentara mendekati perempuan muda
itu dan merebut bayinya. Perempuan muda itu mati matian mempertahankan bayinya.
Tetapi beberapa detik kemudian darah muncerat dari jilbap putih yang menutupi
kepalanya. Beberapa butir peluru menembus kepalanya. Bayinya juga mengalami
nasib yang sama. Mayat perempuan muda dan anaknya itu tergeletak begitu saja di
pinggir jalan.
Adegan penembakan lainnya di jalan utama kamp sabra dan shatila
terekam jelas. Kemudian nampak di layar kaca tumpukan mayat terlihat di kedua
sisi jalan. Lalu nampak mayat² yang
tergeletak di gang² kecil di kamp, mayat² yang ditumpuk di atas mayat² lainnya,
tubuh² yang terpotong, tangan² yang terlepas, tubuh² yang membusuk dan membengkak
yang pastinya telah mati sehari atau dua hari sebelumnya.
Kamera kemudian mengambil close up mayat seorang perempuan muda
setengah telanjang yang berlumunan darah. Kerudung putih penutup kepalanya
lepas tak jauh dari tubuh. Gamisnya nampak terkoyak koyak. Perutnya sobek, dan
isisnya terurai. Dahinya nampak lebam oleh pukulan benda keras. Yang membuat
bulu kuduk tambah berdiri dada perempuan itu rusak, payudaranya seperti isayat
sayat sampai hancur.
Kisah mengerikan yang terjadi pada masa itu adalah anak gadis
Alikhanova. Kisah nyata yang banyak ditulis di banyak buku di dunia. Disebut di
sana, bahwa anak buah stalin pernah mengambil anak gadis Alikhavo yangberusia
16 tahun ke tempat investigasi dan memperkosanya di hadapan sang ayah. Setelah
itu, anak gadis itu dibunuh dengan cara yang sangat keji. Dan sang ayah dipaksa
menandatangani seluruh pengakuan keji bahwa anak gadisnya telah dibebaskan dari
tahanan, namun tewas karena melindasikan diri pada kereta api.
Pada tanggal 22 september 1982, Palang Merah Internasional
mengumumkan jumlah mayat korban pembantain sabra dan shatila sebanyak 2400,
berdasarkan jumlah mayat yang mereka temukan. jumlah korban sesungguhnya jauh
lebih banyak dari itu. Sebab, ada wartawan yang melihat stadion yang penuh
dengan mayat yang bertumpuk. Dan satu kenyataan penting bahwa setelah mereka
selesai melakukan pembantaian, mereka membawa buldoser dan mengahncurkan
bangunan² yang ada di sabra dan shatila
demi menimbun mayat² yang berserakan di mana² itu. Jadi banyak sekali mayat yang tertimbun
yang tidak terhitung oleh tim Palang
Merah Internasional.
Bisa kamu bayangkan semua itu. Bahkan menurutku terlalu sadis
utuk dibayangkan.
Mungkin aku terlambat ,menyadarinya
setelah kalian semua telah mengetahui itu semua..