Senin, 09 Juli 2012

BUMI CINTA

“iya ini tentang cara shalat kalian. Cara kalian menyembah sesembahan kalian. Begini, katanya Islam melarang manusia menyembah berhala seperti aku baca di internet, tetapi mengapa ketika shalat, mereka menurutku justru melakukan satu kebodohan dengan menyembah batu persegi empat yang mereka sebut ka’bah, tidak tanggung², mereka menyembah batu persegi empat itu lima kali sehari. Kau bisa menjelaskan sesuatu padaku? Dan, maaf, jika perkataanku ini menyingungmu!”

“ka’bah sesungguhnya hanyalah kiblat, yaitu arah di mana kaum muslim menghadapkan wajahnya ketika shalat. Jadi ketika shalat seorang muslim samasekali tidak menyembah ka’bah yang tak lain adalah batu persegi empat. Sekali lagi tidak. Yang disembah seorang muslim hanyalah Allah, tuhan seru sekalian alam. Yang diikrarkan seorang muslim pertama kali masuk islam aku bersaksi tiada tuhan kecuali hanya Allah”

“tujuan menghadap kiblat yang sama, yaitu ke arah ka’bah adalah untuk menyatukan umat islam di mana pun mereka berada. Jika tidak disatukan kiblatnya, umat islam akan susah melakukan shalat berjamaah. Dalam satu masjid bisa terjadi ada yang shalat menghadap ke utara ada yang menghadap ke selatan, ada yang menghadap ke tenggara dan sebagainya. Ibadah shalat jadi tidak khusyuk. Persatuan tidak mudah diciptakan”

“Ada riwayat menarik, Umar bin khattab ra. Pernah berkata pada hajar asward, ‘saya tahu engkau hanyalah sebuah batu yang tidak bermanfaat dan tidak merugikan. Jika aku tidak pernah melihat Rasulullah menyentuh kamu, maka aku tidak akan menyentuh kamu.’
Lihat, apa kata-kata umar kepada hajar asward, yang juga salah satu batu di ka’bah? Umar mengatakan bahwa hajar aswad tak lebih sebuah batu yang tidak membawa manfaat dan membawa kerugian. Sekali lagi tak lebih dari sebuah batu. Tak ada seorang pun dikalangan umat isalam yang beranggapan batu² yang bertumpuk jadi ka’bah itu adalah tuhan. Samasekali tidak ada yang beranggapan demikan”

“Maaf. Tadi aku melihat caramu beribadah. Sekali lagi maaf, kau meletakkan keningmu ke tanah berkali-kali. Menurutku itu sangat primitif. Kenapa ritual ibadahnyan harus ada sujud meletakkan kening di atas tanah, seperti cara suku² asing di belantara yang tidak tersentuh peradabaan modern, jujur saja aku agak jijik melihatnya. Aku tidak bisa membayangkan kalau diriku harus sujud di lantai seperti itu. Sekali lagi, maaf kalau menyinggungmu”

 “Islam seutuhnya datangnya dari Allah. Itu yang kami yakini dan bisa dibuktikan kebenarannya dengan timbangan ilmiah. Semua ajarannya datangnya dari Allah, tuhan serta sekalian alam. Tata cara ibadah dalam islam di atur oleh Allah, Allah menjelaskannya kepada Nabi Muhammad, dan Nabi Muhammad menjelaskan kepada umatnya. Maka cara shalat umat islam diseluruh dunia sama. Takbirnya sama, bacaanya sama, gerakannya juga sama.”

“Islam artinya menyerahkan diri secara total kepada Allah tunduk secara penuh kepada Allah, maka di dalam ajaran Islam. Saat dan tempat yang paling dekat seorang hamba dengan Allah adalah ketika hamba itu sedang sujud kepada Allah”

“Jadi kalau boleh saya berkata, saya ingin mengatakan sesungguhnya di atas muka bumi ini yang paling merdeka adalah orang islam. Sebab orang Islam hanya tunduk kepada Allah, hanya menyembah Allah. Umat islam tidak menyembah sesama manusia, atau manusia yang dianggap tuhan. Umat islam hanya sujud kepada Allah semata. Inilah cara ibadah para nabi dan rasul sejak Nabi adam sampai nabi Muhammad”

“Banyak orang jepang yang menjatuhkan diri ke lantai lalu sujud ketika merasa tertekan dan stres. Dengan sujud itu mereka merasa lebih sehat dan enteng kepalanya. Mereka samasekali tidak tahu bahwa sujud adalah salah satu rukun shalat umat Islam. Penelitian kedokteran modern mengatakan, sujud bisa menjadi cara yang paling baik untuk menghilangkan kegelisahan dan kegundahan seseorag. Seorang muslim ketika sujud akan merasakan hembusan angin ketenangan dan belaian cahaya tauhid yang menyejukan pikiran jiwa.
Terakhir ingin saya sampaikan apa yang pernah dikatakan oleh Dr. Alexis Karel, peraih Nobel bidang kedokteran, ‘shalat menciptakan satu aktivitas yang menakjubkan di dalam sistem tubuh dan organ-organnya. Saya telah banyak melihat orang² sakit yang tidak berhasil disembuhkan oleh² konvensional, namun shalat seperti logam rodium, sumber radiasi, dan pembangkit energi otomatik. Saya telah menyakisikan sendiri efek shalat dalam mengatasi berbagai penyakit seperti TBC, radang tulang, luka bernanah, kanker dan lain-lain”

Satu cerita lagi yang mungkin telah terjadi :

“jika kita ledakkan beberapa titik moskwa. Dunia akan geger. Lalu kita arahkan mata dunia dengan fakta yang tidak terbantahkan, bahwa pelakunya adalah Muhammad Ayyas itu. Dunia akan semakin membenci orang – orang Islam. Moskwa akan langsung berfikir ulang dalam menjalin hubungan dengan dunia Islam. Bahkan Moskwa akan befikir ulang dalam membela negara² Timur Tengah seperti Iran. Jika itu terjadi, mudah bagi kita memblejeti negara² Islam satu persatu.”

Rencana Ben Solomon sangat detil dan kemungkinan kesalahannya sangat kecil. Yang akan diledakkan adalah lobby Merropole Hotel yang terletak di jantung kota Moskwa, tepatnya di kawasan teatralnya yang tak jauh dari Kremlin. Lobby itu akan dibom bertepatan dengan datangnya seorang pejabat penting Inggris, tapi pejabat itu akan dijaga untuk selamat meskipun terluka. Yang diinginkan bukan matinya pejabat itu, tapi efeknya bom itu.
Dengan adanya pemboman itu, seluruh dunia akan mengutuk aksi pemboman itu. Dan pihak keamanan Rusia akan mencari pelaku pemboman itu. Di sinilah Ben Solomon dan anak buahnya mempermainkan dunia. Seorang anak buah Ben Solomon akan masuk ke Motropole Hotel dengan menyamar penampilan persis seperti Ayyas. Setelah itu anak buah Ben Solomon akan menampakkan diri kepada pihak keamanan di dekat apartement di mana ayyas menginap sehingga pihak keamanan akan sangat mudah menarik benang merah.
Dan dari bukti yang sudah direkayasa oleh ben solomon dan anak buahnya, pihak keamanan akan menetapkan ayyas sebagai tersangka pengeboman. Bukti yang tidak akan terbantahkan adalah dengan ditemukannya bahan² peledak di kamar ayyas. Setelah ayyas tertangkap, ben solomon akan mengerahkan seluruh dunia yang telah dikuasai Zionis untuk mengahantam Islam sejadi jadinya, dan dipastikan tidak akan ada perlawanan pers yang berarti, kecuali pers² kecil milik orang islam yang hanya bergumam sambil lalu dibelakang.

Viktor murasov : agama yang diyakininya yaitu agama yang menuhankan ilmu pengetahuan

“manusia modern tidak lagi memerlukan Tuhan, seperti yang dijelaskan oleh agama² seperti Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha dan sejenisnya. Manusia tidak lagi bergantung pada Tuhan. Dengan kemajuan ilmu dan tekhnologi yang mereka capai mampu mengatasi pelbagai macam persoalan. Mereka bisa hidup tanpa bantuan tuhan. Di dunia modern yang serba canggih ini Tuhan telah sirna. Karen tuhan yang sesungguhnya adalah kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terbukti banyak menyelesaikan persoalan² rumit yang dihadapi umat manusia!”

“di dunia ini, tuhan menyayangi orang-orang yang mengimaninya juga menyayangi orang² yang mengingkarinya. Sangat dasyat kasih sayang tuhan, sehingga seorang manusia yang lemah yang kalau sakit gigi sedikit saja mengaduh siang malam, yang sedemikan lemahnya manusia itu tapi berani mengatakan bahwa tuhan telah sirna karena ilmu pengetahuan. Orang yang seperti itu  pun di dunia ini tetap disayangi tuhan. Diberi makan, diberi pakaian, diberi penghasilan cukup. Bahkan diberi ketenaran yang luar biasa.

“bagi orang yang cermat dan paham filsafat. Sebenarnya viktor morasov hanyalah burung beo. Dia hanya ikut-ikutan saja. Apa yang dikatakannya sebenarnya adalah apa yang pernah dikatakan oleh Nietzshe, dia adalah seorang pemikir dari jerman yang mengatakan Tuhan telah mati. Nietzshe adalah seorang atheis. Dia mengingkari adanya tuhan.

“Batas di mana manusia ingin mencapainya ternyata selalu mundur sejalan dengan kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. Suatu masalah dapat dicapai oleh ilmu pengetahuan. Suatu masalah dapat ditangani, masalah lain muncul. Demikianlah! Maka selamanya menusia tidak kan dapat mencapai batas itu. Ilmu pengetahuan tidak dapat mendeteksi kapan persisnya gempa terjadi. Kalaupun bisa mendeteksi, tetap saja ilmu pengetahuan tidak dapat menolak terjadinya gempa. Demikian pula untuk selamanya manusia tidak akan melepaskan diri dari ketuaan dan kematian. Dialah tuhan! Dialah allah, tuhan seru sekalian alam.”

”Jadi hanya orang gila yang mengatakan tuhan telah mati atau telah sirna. Sebagaimana sejarah mencatat Nietzsche pada akhirnya gila. Dia mati mengenaskan dalam keadaan gila! Tak ada yang membantah kenyataan ini. Maka agar kalian tidak gila, kalian jangan mengikuti Nietzsche”

“Dr. Gary Miller. Ilmuan terkenal ini mengatakan, bahwa sebelum Al Qur’an diturunkan dan Muhammad SAW di angkat menjadi rasul, seorang fisuf yunani democritus telah menyampaikan pendapatnya tentang atom. Democritus dan para filsuf berkata, ‘materi terdiri atas partikel² yang sangat kecil yang tidak terlihat dan tidak bisa dibagi, partikel² itu disebut atom’ itulah definisi atom secara ilmiah yang diketahui manusia selama ribuan tahun.

“Orang arab telah mengetahui definisi ini jauh sebelum islam datang. Buktinya, kata ‘dzarrah’ dan atom’ menurut orang arab adalah bagian terkecil yang diketahui oleh manusia. Namun sekarang ini, ilmu pengetahuan modern menemukan bahwa atom yang dianggap bagian terkecil dari materi ternyata masih bisa dibagi lagi. Hal ini dianggap sebagai penemuan baru dalam science modern. Yang sangat mengherankan. Al Qur’an yang diturunkan empat belas abad yang lalu ternyata telah lebih dulu memberikan informasi ilmiah ini. Allah berfirman di dalam Al Qur’an.
“kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca ayat dari al qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu perkerjaan melainkan kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi maupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak ada yang lebih besar dari itu melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (lahul mafudz)”

”Tidak diragukan lagi penjelasan bahwa ada yang lebih kecil dari atom seperti yang ada di atas adalah hal yang sama sekali tidak populer ketika Al Qur’an diturunkan. Yang diketahui manusia saat itu materi terkecil adalah atom, dan atom tidak bisa dibagi, artinya tidak ada yang lebih kecil dari atom. Dari manakah Al Qur’an bisa memberikan informasi ilmiah yang jauh melampaui apa yang ditemukan manusia saat itu. Tak lain dan tak bukan adalah dari Allah SWT. Ini membuktikan bahwa Al Qur’an adalah firman Allah yang tidak lekang oleh zaman.”

Dr. Maurice Bucaille. Dia adalah seorang ahli bedah terkenal di Perancis. Seperti dimaklumi bersama, salah satu negara yang memiliki perhatian besar kepada peninggalan² purbakala adalah perancis. Saat presiden Francois Mitterand terpilih menjadi presiden Perancis tahun 1981, pemerintah perancis di penghujung tahun delapan puluhan meminta kepada pemerintah Mesir untuk melakukan penelitian terhadap mumi fir’aun di Perancis, untuk itu dipindahkan untuk sementara tubuh mumi itu ke perancis.

“Setelah melakukan penelitian dengan seksama, mereka pun menemukan jawaban ilmiah, kenapa fir’aun mati. Sisa² garam yang lengket pada tubuhnya, juga sebagian ada di tenggorokan dan alat pencernaan merupakan bukti kuat bahwa fir’aun mati dilaut. Ketika orang² saat itu menemukan jasad fir’aun di laut, mereka langsung memumikannya agar awet. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan besar dibenak Dr.Maurice Bucaille adalah bagaimana jasad fir’aun tetap bisa utuh ketika di temukan di laut?”

”Saat itu ada seorang anggota tim yang ia pimpin berbisik padanya, “sebenarnya umat islam sudah membicarakan mengenai tenggelamnya jasad ini dan keutuhan tubuhnya setelah tenggelam namun Dr. Maurice Bucaille saat itu mengacuhkan informasi itu dan menggapnya sebagai angin lalu. Dia meyakini bahwa penemuan baru mengenai apa yang terjadi pada mumi fir’aun itu tidak akan terjadi kecuali melalui serangkaian penelitian dengan menggunakan metode dan alat pendukung yang canggih.
Dan dokter ahli bedah lain yang memiliki tanggung jawab yang sama dalam penelitian mumi itu mengatakan ‘benar, sungguh, Al Qur’an, kitab suci yang dipercayai kaum muslim itu relah menceritakan bagaimana fir’aun mati tenggelam dan memastikan keutuhan tubuhnya setelah tenggelam
Dr. Maurice Bucaille tercengang tidak percaya, dia merasa itu hal yang aneh. Bagaimana bisa terjadi. Mumi itu belum ditemukan hingga tahun 1989 M atau baru ditemukan dua ratus tahun yang lalu, sementara kitab Al Qur’an sudah ada sejak empat ratus tahun silam. Bagaimana kitab suci Al Qur’an bisa memberikan informasi itu, padahal seluruh manusia termasuk juga bangsa arab tidak mengetahui apapun tentang mesir kuno. Manusia baru tahu setelah jasad mumi itu ditemukan bersama peninggalan mesir lainnya.”

“Ditengah acara, seorang ilmuwan muslim membuka hati Dr. Mauruce Bucaille yang sedang mencari hakikat Al Qur’an. Ilmuwan muslim itu membacakan ayat suci Al Qur’an ‘maka pada hari itu kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajarn bagi orang orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lalai dari tanda tanda kekuasaan kamu’
Ayat suci itu membuat tubuh Dr. Murice Bucaille begetar seketika ia berkata dengan suara lanatang ‘aku masuk islam dan aku beriman pada Al Qur’an ini’ ia sangat yakin bahwa al quran benar-benar firman Allah, tuhan yang maha kuasa dan maha mengetahui segala sesuatu. Tuhan yang menjadi sumber ilmu pengetahuan.”

“Dr. Keith L. Moore, seorang ilmuwan ahli embriologi terkenal dari amerika. Suatu hari ia membaca artikel bahwa Al Qur’an menjelaskan ihwal pertumbuhan janin dari masa pembuahan sampai lahir. Saat itu Dr. Keith L. Moore hampir tidak percaya. Sebab menurutnya pengetahuan embriologi baru diketahui oleh manusia belakangani ini, terutama sejak diketemukannya mikroskop dan piranti piranti canggih ilmu kedokteran modern lainnya.”

“Untuk membuktikan kebenaran tulisan itu Dr. Keith L. Moore lalu membaca dan mempelajari Al Qur’an dan akhirnya mau tidak mau ia harus terkagum²  kepada Al Qur’an. Ternyata benar Al Qur’an memuat ayat² yang menjelaskan tentang embriologi secara lengkap dan tuntas. Dr. Keith L. Moore mengatakan apa yang tercantum dalam Al Qur’an itu sungguh tidak mungkin terjangkau oleh pengetahuan medis pada abad ke 17 masehi, ketika nabi Muhammad menyebarkan islam. Ini suatu mukjizat.”

“Berdasarkan temuan ilmiah itulah Dr. Keith L. Moore kemudian masuk islam dan menjadi seorang muslim yang saleh.”

“Pengetahuan tentang penahapan embrio manusia dan bentuknya setiap tahap tidak terbayangkan hingga abad ke 20 ketika Streeter (1941) dan O’Rahilly (1972) mengembangkan sistem penahapan yang pertam kali. Apalagi tentang tiga lipat kegelapan yang nyata ternyata maksudnya adalah tiga lapisan yaitu dalam lapisan dinding perut, dinding rahim dan selaput janin.”

Al Qur’an menjelaskan ‘kemudian kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian, air mani itu kami jadikan alaqah (sesuatu yang melekat) lalu sesuatu yang melekat itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian, kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha suci Allah, pencipta yang paling baik”

“Jika kita cermati lebih dalam, sebenarnya alaqah dalam penegrtian etimologis yang bisa diterjemahkan dengan segumpal darah juga bermakna kepada penghisap darah, yaitu lintah. Padahal tidak ada pengumpamaan yang lebih tepat ketika embrio berada pada tahap itu, yaitu 7-27 hari, selain seumpama lintah yang melekat dan menggelantung dikulit, embrio itu seperti menghisap darah dari dinding uretus, karena memang demikianlah sesungguuhnya terjadi, embtrio itu makan melalui aliran darah. Itu persis seperti lintah yang menghisap darah. Janin juga begitu, sumber makannya adalah sari makanan yang terdapat dalam darah sang ibu. Ajaibnya embrio janin dalam tahap itu jika diperbesar dengan mikrsokop bentuknya benar² seperti lintah.”


“Bisakah kita bayangkan bahwa saat itu Muhammad sudah memiliki pengetahuan sedemikan dasyat tentang bentuk janin yang seperti lintah, lalu menulisnya dalam sebuah buku. Padahal saat itu belum ditemukan mikroskop dan lensa. Kita tidak akan bisa membayangkannya. Karenanya pengetahuan embrio manusia yang mungkin mirip lintah, yang dijelaskan oleh Al Qur’an tidak mungkin bersumber dari akal manusia, jelas itu adalah pengetahuan dari tuhan. Itu wahyu dari Allah, tuhan seru sekalian yang maha mengetahuai segala sesuatu.”



Semua catatan ini bersumber dari Novel Bumi Cinta karangan : Habiburrahman El Shirazy.